Sejak maret 2020 Pandemi Covid-19 diketahui pertama kali menular di Indonesia hingga saat ini hampir seluruh provinsi di Indonesia tersebar wabah virus ini, UMKM dan IKM turut merasakan dampak penurunan yang luar biasa. Mulai dari penghentian operasi usaha sementara hingga betul-betul menutup total usahanya banyak terjadi hampir disemua daerah.

Kini setelah kita sama- sama mengalami gelombang kedua penyebaran covid-19 yang sempat menempati posisi rate terkonfirmasi positif  tertinggi, perlahan kasus demi kasus penularan semakin menurun dan melandai. Momentum ini menjadi titik kembali asa para pelaku usaha yang sempat mengalami kegetiran berusaha selama  satu setengah tahun lamanya. Fase next normal sudah menanti para pelaku UMKM maupu IKM untuk dengan Agile menangkap peluang, responsif atas segala perubahan pasar.

Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang selaku pembina IKM di Kota Tanjungpinang turut membersamai kabar baik penurunan kasus sehingga perlahan sektor ekonomi mulai dibuka kembali. Bazar Juadah Nusantara (BJN) yang sempat dihentikan sementara dari bulan Mei hingga pertengahan bulan September, kini dengan tetap memperhatikan prokes ketat, kembali dibuka kembali setiap akhir pekannya.

Momen ini merupakan kebangkitan awal para IKM memanfaatkan peluang pasar dimana sudah banyak geliat masyarakat beraktivitas penuh diluar terutama disetiap pagi akhir pekannya. Syarifah Zairina, Kabid Perindustrian menyampaikan bahwa setelah sekian lama, para IKM tidak dapat menjajakan produk-produknya secara langsung kepada calon-calon konsumen, kini akan kita coba secara perlahan membuka even rutin setiap akhir pekan. Memasuki pekan kedua uji coba dibukanya BJN ini, Alhamdulillah sudah memberikan hasil yang nyata dan terlihat dari peningkatan omset penjualan secara keseluruhan yang sudah mencapai dua puluh juta rupiah.

Dalam memasuki fase next normal ini, diharapkan pelaku usaha IKM mampu dengan cepat berubah menjadi lebih baik dan adaptif, baik dalam membaca minat pasar maupun tuntutan penggunaan teknologi khususnya dalam memasarkan produk-produknya. Pemanfaatan pemasaran secara digital harus dimasifkan dari biasanya kita yang selalu mengandalkan promosi secara offline. Sosial media kini bukan menjadi barang baru dan awam bagi pelaku IKM. Sosial media marketing juga turut menjadi saluran utama pemasaran masa kini yang harus dimanfaatkan menjadi corong promosi secara lebih luas.