Pandemi Corona Virus Disease (covid-19) telah berlangsung satu tahun lebih lamanya dan tidak ada yang tau sampai kapan pandemi ini berubah menjadi endemi. Jika ini menjadi endemi artinya kenormalan baru yang semua kita dambakan bisa segera terwujud. Dampak pandemi ini, selain meluluhlantakkaan sektor kesehatan yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia, juga turut menggoyahkan sektor ekonomi. Pemutusan hubungan kerja akibat banyaknya perusahaan besar yang gulung tikar karena tidak mempunyai kekuatan kapital lagi untuk bertahan, hingga beragam strategi-strategi jitu UMKM bertahan dari kebangkrutan.

Menurunnya perekonomian dunia, turut serta berdampak pada penurunan daya beli masyarakat sehingga tidak sedikit pelaku usaha kecil putar otak mengakali usahanya agar tetap berjalan, baik dengan beralih ke usaha lain maupun bertahan dengan yang ada. Disisi lain, pandemi ini memberikan pelajaran penting, bahwa transformasi digitalisasi merupakan sesuatu hal yang mutlak dan suka tidak suka, mau tidak mau, pelaku UMKM kita harus mampu beralih dari offline menuju online.

Demi terus menghidupkan pelaku usaha khususnya sektor UMKM, Hj Rahma, Walikota Tanjungpinang turut mendorong agar sektor ini kembali bangkit seiring dengan normalnya perekonomian di Kota Tanjungpinang. Sebagai pengejawantahan gerakan nasional bangga buatan Indonesia yang sudah diluncurkan Bapak Presiden RI, Joko Widodo, sejak tahun 2020 lalu, maka secara lingkup Kota Tanjungpinang, ia mengajak dan mengkampanyekan gerakan semanagat kebersamaan yakni Gerakan Belanja Produk UMKM yang secara resminya diluncurkan pada Minggu (12/9) yang dilaksanakan di gerai tani Dinas Pertanian Pangan dan Peternakan Kota Tanjungpinang. Dalam arahannya, Rahma mengatakan ini merupakan kerja bersama dari OPD-OPD teknis dibidang perekonomian seperti Bappelitbang, Disperdagin, Disbudpar dan DP3. Dalam kesempatan itu pula, ia mengajak para tamu undangan dari jajaran pimpinan OPD, Kecamatan, Kelurahan dan Perbankan untuk membeli produk-produk UMKM yang sudah dipaketkan dengan nominal harga terjangkau, sehingga dengan dipaketkannya produk tersebut, bagi yang ingin berbagi membantu saudara-saudaranya yang sedang sakit atau menjalani isolasi mandiri, produknya menjadi menarik.

Kedepan ia berharap, gerakan ini terus berlanjut dan segera masifkan strategi promosi penjualan paket-paket produk UMKM ini melalui teknologi, baik pemanfaatan sosial media maupun aplikasi lainnya.