Bandung- Kementerian Perindustrian RI, melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Industri Kecil Menengah (IKM) tahun 2022 di Hotel Pullman, Kota Bandung. Berdasarkan ketetapan yang sudah ditentukan oleh Bappenas RI, bahwa terdapat 89 Kabupaten/Kota yang mendapat penunjukan langsung sebagai daerah prioritas pengembangan destinasi pariwisata. Untuk provinsi Kepulauan Riau sendirim terdapat 3 Kabupaten/Kota, yakni Kota Tanjungpinang, Kota Batam dan Kabupaten Bintan. Acara diselenggarakan 2 gelombang pelaksanaan yakni 27 s.d 29 Mei 2021, dan 7 s.d 9 Juni 2021. Dalam pembukaan acara, Gati Wibawaningsih, selaku Direktorat Jenderal IKMA, menyampaikan bahwa, 89 Kabupaten/Kota ini menjadi daerah prioritas mendapat Dana Alokasi Khusus Kemenperin Tahun Anggaran 2022, sebagai wujud nyata Pemerintah Pusat mendorong dan mendukung pengembangan sentra-sentra IKM yang diharapkan dapat turut mendukung pengembangan daerah destinasi pariwisata didaerahnya masing-masing. Saling berkesinambungan ini merupakan kali pertama diterapkan oleh Bappenas, selaku kementerian yang merancang dan mengatur tata kelola perencanaan pembangunan nasional. Lanjut Gati, semoga melalui stimulus dana alokasi khusus ini, pemerintah daerah yang ditunjuk, mampu memanfaatkan dengan merumuskan, merancang perencanaan pembangunan fisik sesuai dengan pemaparan yang akan disampaikan para narasumber selama 2 hari kedepan. Fokus pengembangan berbasis sentra mutlak harus dikerjakan guna kerja kolektif yang mengahasilkan dampak kolektif pula. Diakhir pengarahan, Gati menambahkan, selain alokasi pembangunan fisik, pemda dalam hal ini Dinas yang mengurusi bidang perindustrian, dapat pula mengusulkan kegiatan non fisik, sehingga dapat menopang pengusulan perencanaan fisiknya.

              Kota Tanjungpinang sendiri, dalam pengusulannya akan berencana mengembangkan sentra IKM Kampung lembah Merpati Kecamatan Tanjungpinang Timur. Melalui perencanaan fisik, diusulkan kegiatan revitalisasi sentra IKM melalui pendirian pusat ruang promosi, unit kemasan dan unit layanan bagi IKM. Selain itu diusulkan pula fasilitasi bantuan mesin peralatan yang menunang unit kemasan dan IKM dalam sentra serta penunjang fasilitas kelistrikan, komunikasi dan informasi.