Tanjungpinang yang secara demografi tidak memiliki kekayaan sumber daya alam yang menunjang perekonomian didaerahnya, namun ditangan seorang pengusaha bernama Anuar Efendi sejak awal tahun 70 an sudah mampu merintis usaha penggilangan bubuk kopi yang sumber bahan bakunya didatangkan dari daerah luar. Memasuki generasi kedua, Benny anak beliau hingga kini meneruskan usaha pengolahan biji kopi tersebut dengan bendera usaha PT Chandra Inovasi Persada Tri Abadi.

Bagi masyarakat Kota Tanjungpinang, bau sedap aroma biji kopi yang dipanggang hingga merebak ke wilayah sekitar pabrik sudah menjadi ciri khas tertentu, bahwa menandakan aktivitas industri kopi yang sedang beroperasi. Mengusung merek dagang Kapal Tanker, kopi bubuk ini menjadi pilihan utama bagi masyarakat, tidak hanya sekitar Kota Tanjungpinang bahkan hampir seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Campuran jenis kopi Arabica dan robusta menjadikan ciri khas tertentu bagi para penikmat kopi. Kota Tanjungpinang dengan bentangan wilayah yang tidak terlalu luas dan jumlah penduduk mencapai 250 ribu jiwa, juga menjadi pasar beredarnya kopi-kopi olahan lainnya yang memanjakan masyarakat Kota Tanjungpinang. Kini, deretan rumah toko/ ruko yang berdiri hampir disepanjang jalan Kota Tanjungpinang, akan dengan mudah kita temui kedai kopi tradisional ataupun café yang sedikit lebih menawarkan konsep modern.

Kebiasaan ngopi, istilah yang selalu terdengar dan menjadi terminologi khusus bagi masyarakat Kota Tanjungpinang menghabiskan waktu luang dengan duduk dikedai kopi. Mulai membicarakan topik ringan hingga masalah perpolitikan menjadi bahan obrolan ditemani secangkir kopi yang bisa habis dalam waktu berjam-jam.

Kopi Kapal Tanker menjadi salah satu industri kategori menengah di Kota Tanjungpinang yang mampu terus bertahan dan mengatur strategi menghadapi hantaman pandemic yang secara global mendestruksi tatanan perekonomian dari level mikro hingga makro. Memberikan lapangan pekerjaan bagi 80 an masyarakat Kota Tanjungpinang, sungguh keberadaan industri kopi ini menjadi begitu strategis bagi Kota Tanjungpinang. Walaupun pandemi yang melanda sejak maret tahun 2020, sang pemilik mampu mempertahankan aset terbaik mereka yakni para karyawan yang sudah berjuang membesarkan usahanya. Tentu ini menjadi nilai positif, dimana hampir semua usaha, mengerem produksi mereka bahkan hingga menutup usahanya yang berujung pada pemutusan hubungan kerja para karyawan. Bahkan ditahun-tahun yang penuh tantangan ini, Kopi Kapal Tanker tetap memberikan perhatian penuh pada penambahan aset-aset peralatan produksi berupa mesin-mesin penunjang peningkatan kapasitas produksi mulai mesin penggorengan kopi (mesin roasting) hingga mesin-mesin pengemas produk kopi-kopi tersebut. Desakan perubahan tatanan perdagangan dunia, mengharuskan industri ini mengikuti perkembangan zaman dalam mengatur strategi penjualan produk yang tidak hanya memasarkan secara offline, namun kini sudah dipasarkan secara online.  Strategi promosi melalui papan billboard dan stiker pada kendaraan operasional merupakan satu dari sekian langkah upaya promosi agar konsumen selalu ingat kopi terbaik dari Kota Tanjungpinang ini.