Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, menggelar pelatihan berjualan secara online, bagi pedagang tradisional yang ada di Tanjungpinang.

Kegiatan pelatihan ini digelar di Pasar Bintan Center, Batu 9, Senin (29/3/2021). Untuk di Pasar Baru dan Potong Lembu akan digelar pada Selasa (30/3/2021) dan Rabu (31/3/2021).

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma yang membuka pelatihan tersebut mengatakan bahwa, kegiatan ini bertujuan membuka peluang pedagang pasar tradisional, berjualan secara online.

“Sekarang teknologi semakin maju. Sudah banyak menggunakan online. Pedagang tradisional juga bisa menggunakan online, dalam menjual bahan pokok sehari-hari,” katanya, di hadapan pedagang yang mengikuti pelatihan.

Hal ini juga, lanjut Rahma, suatu bentuk kepedulian Pemko Tanjungpinang kepada pedagang dalam memulihkan perekonomian di Kota Tanjungpinang pada masa pandemi Covid-19 ini.

“Mudah-mudahan dengan adanya kesempatan ini, pedagang tradisional kita semakin lebih maju,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Disperdagin Kota Tanjungpinang, Atmadinata mengatakan, pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari kedepan dimulai dari 29 Maret hingga 31 Maret 2021 mendatang.

Menurutnya, pelatihan ini dilakukan sebanyak tiga tempat, yakni di Pasar Bintan Center sebanyak 80 peserta, Pasar Potong Lembu sebanyak 40 peserta dan di Pasar Baru I dan II sebanyak 80 peserta.

Secara teknis kegiatan ini, kata Atma, memberi bekal keterampilan kepada para pedagang tradisional di pasar rakyat, agar mampu dan mahir melakukan transaksi jual beli secara online.

“Terkadang banyak orang yang sungkan dan malas untuk belanja langsung ke lokasi. Nah, kalau sudah bisa lewat online lebih bagus. Lagi pula lewat online ini bukan sesuatu hal yang baru lagi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, bagi kios-kios yang dinilai sepi, juga menjadi alternatif untuk menjual secara online ini.

“Nanti disini diajarkan oleh narasumber. Seperti berjualan melalui Facebook, Instagram, Whatsapp dan medsos lainnya. Nanti narasumber juga akan memfasilitasi bentuk komunitas kurir sebagai pengantar barang belanjaan,” tukasnya.