Tanjungpinang yang terus berkembang menunjukkan keseriusannya mengembangkan ragam potensi ekonomi kerakyatan yang ada, diantaranya batik dan rajutan. Perlahan namun pasti, tumbuh industri kecil dibidang batik dan rajut yang ada di Kota Tanjungpinang. Melihat potensi tersebut, Dinas Perdagangan dan Perindustrian beserta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang langsung menyusun program kerja dan strategi pengembangan di Kota Tanjungpinang. Hal ini terlihat dengan diadakannya kegiatan pengembangan dan pembelajaran membatik dan merajut di rumah tahanan kelas I Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Guna menambah referensi pengembangan kedepannya, maka beberapa pengurus Dekranasda bersama Kepala Disperdagin dan Ketua Umum Dekranasda melakukan pengembangan wawasan “lateral thinking” ke Dekranasda Kota Bandung pada tanggal 4 s.d 6 Desember lalu. Kota Bandung sendiri dinilai berhasil membina kedua komoditi tersebut, diantaranya memiliki sentra rajutan di daerah Binong Jati dan unit pembuatan batik yang berhasil di daerah cigadung, Kota Bandung.

Hj. Yunimar Yana Mulyana, wakil ketua Dekranasda Kota Bandung menyambut hangat kedatangan rombongan Dekranasda Kota Tanjungpinang sebagai bentuk silaturahmi dan kolaborasi sesama organisasi Pembina kerajinan. Didalam sela-sela sambutan, dia menyampaikan rasa terimakasih telah menjadi referensi untuk dikunjungi dan dijadikan media pembelajaran bersama. Dia berharap Dekranasda Tanjungpinang dapat memperoleh wawasan sesuai yang dikehendaki yakni bagaimana pengembangan batik dan seni rajutan di Kota Bandung.

Ketua Dekranasda Kota Tanjungpinang, Juwariyah Syahrul, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dapat diterima dan dijamu dengan baik. Adapun maksud dan tujuannya mengunjungi Kota Bandung tak lain dan tak bukan, Bandung memiliki beberapa kawasan pengolahan kerajinan yang berhasil. Selain itu juga dia ingin belajar bagaimana strategi dan program kerja Dekranasda Kota Bandung dalam membina perajin yang ada.

Pada saat melakukan kunjungan ke sentra rajutan binong jati, Juwariyah juga terkesan akan penggunaan teknologi yang sudah sangat masif, sehingga semua perajin disana mampu memproduksi busana fashion yang sering kita temui dipasaran. Bahkan melalui daerah ini, produk rajutan dikirim hamper keseluruh wilayah Indonesia melalui pemasaran online yang ada.

Dekranasda Kota Tanjungpinang, yang pada tahun ini akan melaunching beberapa motif batik khas, juga menjadikan kesempatan kunjungan ke Bandung, untuk belajar di Batik Komar. Pak Komar selaku pemilik menyambut langsung kedatangan rombongan dengan hangat dan ramah. Terlebih antusiasnya menjelaskan sejarah batik Komar dan macam ragam program pengembangan batik yang sudah dilakukannya. Dia berharap Kota Tanjungpinang juga harus percaya diri memiliki industri batik yang besar, apalagi memiliki bonus geografis yang berdekatan langsung dengan Negara-negara tetangga, Malaysia dan Singapura.