Dalam rangka menumbuhkan semangat kewirausahaan disemua lini/ sektor masyarakat, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bekerjasama dengan Dekranasda bersinergi dengan Rumah Tahanan Kelas I Tanjungpinang melatih para warga binaan. Para warga binaan yang dipilih sebanyak 30 orang diajarkan teknik merajut dan membatik selama kurang lebih 4 hari lamanya. Tampak antusias para warga binaan mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan yang dilaksanakan langsung di lokasi Rumah Tahanan.

Dalam sambutannya, Juwariyah Syahrul selaku ketua Dekranasda Kota Tanjungpinang mengapreasiasi kepada Rumah Tahanan Kelas I Tanjungpinang yang terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi melakukan pembekalan keterampilan seni merajut dan membatik pada warga binaan yang ada. Ia berharap ini merupakan awal yang baik untuk terus menyematkan asa baru kepada para warga binaan agar memiliki kesempatan yang sama memperoleh pembekalan kewirausahaan yang mudah-mudahan bermanfaat kelak ketika para warga binaan kembali ke tengah-tengah masyarakat. Kita selalu mendorong agar semangat kewirausahaan terus berkembang dan memberi nilai tambah dalam peningkatan perekonomian dan kesejahteraan lanjutnya. Dia juga berpesan kepada para warga binaan agar dapat mengikuti semua rangkaian kegiatan pelatihan ini dengan baik dan serius sehingga menjadi bekal yang bermanfaat untuk dimasa yang akan datang.

Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Fonika dalam sambutannya turut bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Disperdagin dan Dekranasda Kota Tanjungpinang yang membuka jalinan kerjasama yang luar biasa, dan untuk kali pertama memberikan bekal keterampilan kepada para warga binaan. Dia menekankan rutan ini sebagai Rumah Singgah bagi orang-orang spesial yang terpaksa harus menjalani masa persinggahan sesaat disini. Rumah singgah tidak menutup kemungkinan para penghuninya untuk tidak dapat kesempatan memperoleh ilmu dan pengetahuan seperti warga umum lain, imbuhnya juga. Teruslah memupuk semangat dan bekal sebanyak-banyaknya, agar pada saat keluar dari rumah singgah ini dengan keadaan sudah siap berjuang dan memperoleh penghidupan yang lebih baik.

Pelatihan merajut yang diajarkan langsung oleh pengurus Dekranasda, Maryati dan Raja Farida berlangsung secara formal selama 2 hari dan akan terus dilanjutkan pembinaan dan pembinaan merajut dengan ketentuan peserta yang telah disaring sesuai passion dan kemampuannya. Sedangkan untuk pelatihan membatik, dibimbing langsung oleh pelaku usaha dibawah binaan Dekranasda dan Disperdagin Kota Tanjungpinang, Melajoe Batik. Tyas Susilowati, selaku narasumber berterimakasih telah diberi kepercayaan dan kesempatan emas ini untuk berbagi ilmu keterampilan membatik kepada teman-teman hebat yang ada di rutan.

Acara pelatihan yang ditutup pada hari Selasa, 3 September 2019 dan sudah berlangsung 4 hari sebelumnya, menghasilkan beberapa karya rajutan dan kain batik yang sangat menarik. Dalam sambutan pada acara penutupan, Ahmad Yani selaku kepala Disperdagin dan Ketua Harian Dekranasda, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Dia menekankan bahwa acara ini tidak akan berhenti sampai disini, melainkan akan terus berkelanjutan program pembinaan dan pendampingan kepada warga binaan yang ada di Rumah Tahanan Kelas I Tanjungpinang ini. Meskipun ini baru kali pertama dilaksanakan, namun respon baik dan positif dari pihak rutan memberikan sinyal baik untuk terus bekerjasama.  Tidak menutup kemungkinan produk-produk yang nantinya dihasilkan oleh para warga binaan akan dipromosikan dan dipasarkan dalam setiap event maupun di pusat oleh-oleh Dekranasda yang ada di Gedung Gonggong dan Pulau Penyengat yang sedang dalam tahap pembukaan, imbuhnya juga.