1  2  3  4  5 

Meski bukan merupakan daerah produsen bahan kebutuhan pokok, Kota Tanjungpinang justru berhasil mengendalikan inflasi di daerah. Atas pencapaian tersebut pemerintah menganugerahkan penghargaan TPID Terbaik di Indonesia untuk wilayah Sumatera. Penghargaan tersebut secara langsung diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo kepada Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH di Hotel Sahid Jaya, Jakarta tanggal 27 Juli 2017. Presiden mengatakan, penghargaan TPID itu diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai mampu mengendalikan inflasi melalui berbagai program dan kegiatan pendukung.

Lebih jauh presiden mengatakan bahwa kunci pengelolaan ekonomi di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga ke pusat adalah pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Oleh sebab itu pemerintah daerah diminta untuk dapat menjaga pertumbuhan ekonomi, dan menekan inflasi ke tingkat yang terendah. Untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik antara semua lini dan semua level pemerintahan.

Prestasi dan penghargaan yang kali pertama diterima pemerintah Kota Tanjungpinang itu jelas sangat membanggakan. Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH mengatakan, prestasi tersebut merupakan buah kinerja seluruh stakeholder yang bergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang dan pihak-pihak yang secara tidak langsung terlibat dalam pengendalian inflasi. Koordinasi dan komunikasi yang selalu dibangun oleh TPID Kota Tanjungpinang bersama distributor dan para pedagang kebutuhan pokok, merupakan salah satu kunci untuk menjaga stabilitas harga kebutuhah pokok dan kebutuhan penting lainnya.

‘’Untuk memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga stabilitas harga, kita mengambil beberapa langkah antisipasi agar inflasi tidak mengalami kenaikan. Meskipun pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan, tidak berarti inflasi harus ikut naik. Ada strategi yang telah dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder terkait, hingga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau,’’ ungkap walikota.

Keberhasilan pemerintah Kota Tanjungpinang untuk mengendalikan inflasi juga diakui oleh Bank Indonesia Perwakilan Kepri. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, Kota Tanjungpinang memiliki inflasi terendah dari 7 kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau. Menurut Gusti, pemerintah Kota Tanjungpinang memiliki berbagai program terkait untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi di daerahnya. Pada bulan Juni 2017, inflasi di Kota Tanjungpinang hanya menyentuh angka 0,46 persen. Hal ini membuktikan bahwa pengendalian inflasi di Tanjungpinang semakin membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

TPID Kota Tanjungpinang diketuai oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Drs. Riono, dengan keanggotaan yang melibatkan lintas OPD dan lintas institusi vertikal. Program rutin yang dilaksanakan TPID Kota Tanjungpinang adalah pelaksanaan rapat koordinasi setiap pertengahan bulan. Rapat koordinasi ini dilaksanakan untuk melakukan deteksi dini terhadap perkembangan inflasi yang berjalan, mengetahui sektor yang paling mempengaruhi, serta menyusun rencana kerja sebagai tindak lanjut untuk mengantisipasi lonjakan inflasi. Di samping itu, TPID Kota Tanjungpinang melalui dinas perdagangan dan perindustrian melaksanakan beberapa program dan kegiatan pendukung. Antara lain, pemasangan display harga bahan kebutuhan pokok di dua pasar tradisional sejak tahun 2016. Harga bahan kebutuhan pokok di pasar Baru dan pasar Bestari Bintan Center di – update dan ditayangkan setiap hari hingga masyarakat mengetahui kisaran harga yang berlaku saat itu.

Disamping itu, dinas perdagangan dan perindustrian Kota Tanjungpinang juga melakukan kerjasama dengan LPP RRI Tanjungpinang untuk melakukan siaran informasi harga bahan kebutuhan pokok. Selain ditayangkan melalui media audio visual yang berada di lokasi pasar, harga bahan kebutuhan pokok di Tanjungpinang juga disiarkan oleh RRI. Tujuan pelaksanaan kerjasama ini adalah untuk lebih menyebarluaskan informasi harga pangan kepada masyarakat Tanjungpinang.

Sementara untuk mengurangi ketergantungan pemenuhan kebutuhan cabai merah dari luar daerah, pemerintah Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Kepri mengembangkan kelompok-kelompok tani yang mayoritas berada di kecamatan Tanjungpinang Timur. Lima kelompok tani yang dikembangkan pemerintah Kota Tanjungpinang itu, sedikitnya mampu mempengaruhi harga cabai merah di pasar. Kerjasama yang dilakukan BUMD Tanjungpinang Makmur Bersama dengan petani cabai di Kulon Progo dan Bantul Yogyakarta, juga memberi pengaruh siginfikan terhadap fluktuasi harga cabai merah di pasar Tanjungpinang.

Program dan kegiatan lain untuk mengendalikan inflasi yang dilaksanakan pemerintah Kota Tanjungpinang adalah pelaksanaan operasi pasar beras melalui kerjasama dengan Bulog Sub Divre Tanjungpinang. Pelaksanaan operasi pasar bahan kebutuhan pokok setiap bulan puasa Ramadhan, dan pembagian paket kebutuhan pokok gratis kepada keluarga penerima manfaat beras sejahtera (rastra). Program tersebut masih didukung lagi dengan peningkatan koordinasi pemerintah Kota Tanjungpinang kepada para distributor bahan kebutuhan pokok.

Komunikasi ini ditujukan untuk mengetahui kendala atau permasalahan yang dihadapi agen, distributor, hingga pengecer bahan kebutuhan pokok. Berbagai kebijajkan yang dilaksanakan pemerintah Kota Tanjungpinang untuk mengendalikan inflasi, hingga pada permintaan Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH kepada presiden agar ada kebijakan khusus yang mengatur tata niaga impor beras dan gula ke daerah perbatasan non produsen, memberikan bukti nyata. Meski bukan daerah penghasil, dan pemenuhan bahan kebutuhan pokok hampir sepenuhnya didatangkan dari luar daerah, Kota Tanjungpinang justru berhasil mengendalikan inflasi. Bahkan sebagai yang terbaik se – Indonesia untuk wilayah Sumatera. (d’guh)

PENGUNJUNG

067188
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
47
211
47
66168
4320
4366
67188

IP Anda: 54.234.191.202
28-11-2021 01:11